Prosedur Operasi Caesar dan Kisaran Biayanya

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Operasi caesar merupakan prosedur bedah yang digunakan untuk melahirkan bayi melalui sayatan di perut dan rahim. Mengapa persalinan secara caesar perlu dilakukan?

Persalinan caesar umumnya dihindari sebelum kehamilan 39 minggu sehingga anak memiliki waktu yang tepat untuk berkembang di dalam rahim. Namun, terkadang masalah lain termasuk komplikasi bisa muncul sehingga kelahiran caesar harus dilakukan sebelum 39 minggu.

Baca juga: Penyakit Influenza: Tipe Virus hingga Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Bagaimana prosedur dan proses operasi caesar?

Prosedur atau proses operasi caesar. Foto: ttps://www.researchgate.net

Sebelum melakukan prosedur operasi caesar, Moms perlu mempersiapkan diri dengan berbicara terlebih dahulu dengan ahli anestesi tentang kemungkinan risiko komplikasi. Penyedia layanan kesehatan biasanya akan merekomendasikan tes darah tertentu sebelum operasi dilakukan.

Tes-tes ini akan memberikan informasi mengenai golongan darah dan tingkat hemoglobin yang merupakan komponen utama sel darah merah. Nah, selain itu beberapa prosedur operasi juga perlu diketahui, di antaranya:

Persiapan operasi caesar

Ketika Moms sudah memutuskan untuk melakukan operasi caesar, maka beberapa persiapan operasi caesar harus dilakukan. Nah, beberapa persiapan operasi caesar yang biasanya disarankan sebelum proses operasi caesar, antara lain:

Di rumah

Penyedia layanan kesehatan mungkin akan meminta Moms untuk mandi dengan sabun antiseptik pada malam sebelumnya dan pagi hari.

Jangan mencukur rambut kemaluan dalam 24 jam karena bisa meningkatkan risiko infeksi setelah bedah. Jika bulu kemaluan perlu dihilangkan, biasanya akan dipotong oleh staf bedah sebelum operasi.

Di rumah sakit

Sebelum proses operasi caesar dilakukan, perut biasanya akan dibersihkan dan sebuah tabung atau kateter akan ditempatkan ke dalam kandung kemih untuk mengambil urine. Saluran intravena atau IV juga akan diletakkan di pembuluh darah tangan untuk memberikan cairan dan obat-obatan.

Pemberian anestesi

Sebagian besar operasi dilakukan dengan anestesi regional, di mana hanya mematikan bagian bawah tubuh sehingga memungkinkan Moms untuk tetap terjaga selama proses operasi berjalan.

Dalam keadaan darurat anestesi umum mungkin diperlukan namun Moms tidak akan dapat melihat, merasakan, atau mendengar apapun selama proses operasi caesar berlangsung.

Selama prosedur operasi

Setelah persiapan sebelum operasi dilakukan, maka selanjutnya dokter akan mulai untuk menyayat perut dan uterus sebagai jalan lahir bayi. Nah, beberapa prosedur yang biasanya dilakukan, berupa:

Sayatan perut

Mulanya, dokter akan membuat sayatan melalui dinding perut dan biasanya dilakukan secara horizontal di dekat garis rambut kemaluan. Namun, dokter mungkin juga membuat sayatan secara vertikal dari tepat di bawah pusar ke arah atas tulang kemaluan.

Dokter kemudian membuat sayatan lapis demi lapis melalui jaringan lemak dan jaringan ikat guna memisahkan otot perut untuk mengakses rongga perut.

Sayatan uterus

Sayatan rahim biasanya dibuat secara horizontal melintasi bagian bawah atau disebut dengan sayatan transversal rendah. Jenis sayatan uterus lain dapat digunakan tergantung pada posisi bayi di dalam rahim dan apakah terdapat komplikasi seperti plasenta previa. 

Mengeluarkan bayi

Setelah melakukan beberapa sayatan di atas, langkah selanjutnya adalah mengeluarkan bayi dari dalam rahim. Dokter biasanya akan langsung membersihkan mulut dan hidung bayi dari cairan yang kemudian menjepit dan memotong tali pusar.

Plasenta akan dikeluarkan dari rahim dan sayatan ditutup dengan jahitan. Jika Moms melakukan anestesi regional, maka bisa langsung mendengar dan melihat bayi segera setelah melahirkan.

Setelah prosedur operasi

Begitu operasi selesai dilakukan, dokter biasanya akan menyarankan untuk tinggal di rumah sakit selama beberapa hari. Saat efek anestesi mulai memudar, Moms dianjurkan untuk minum banyak cairan dan latihan berjalan untuk membantu mencegah sembelit dan trombosis vena dalam.

Tim perawatan kesehatan juga akan memantau sayatan untuk melihat ada tidaknya tanda-tanda infeksi. Jika memiliki kateter kandung kemih, kemungkinan akan dilepas sesegera mungkin.

Moms juga bisa meminta tolong pada konsultan laktasi untuk mengajari cara memosisikan diri dalam menyusui agar bayi merasa nyaman. Selain itu, dokter juga akan menyarankan Moms untuk melakukan hal-hal berikut selama proses pemulihan. 

Hal yang perlu dilakukan untuk membantu proses pemulihan

Menggunakan pereda nyeri. Salah satu efek samping operasi caesar adalah rasa nyeri yang akan bertahan beberapa waktu. Selain mengonsumsi obat pereda nyeri yang diberikan dokter, Moms bisa menggunakan bantalan pemanas untuk meredakan nyeri setelah operasi. 

Hindari seks. Moms sebaiknya tidak berhubungan seksual, setidaknya sampai enam minggu setelah operasi. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya efek samping operasi caesar berupa infeksi. 

Berusaha untuk istirahat. Menjadi ibu baru pastinya akan disibukkan mengurus bayi dan juga memikirkan untuk memberikan ASI yang cukup. Tapi Moms juga harus banyak istirahat dan rileks untuk membantu pemulihan pasca operasi. 

Hubungi dokter jika diperlukan

Setelah diperbolehkan pulang ke rumah, Moms mungkin akan mengalami beberapa efek samping operasi caesar yang tidak diinginkan seperti:

  • Mengalami pendarahan hebat
  • Merasakan nyeri yang semakin parah
  • Nyeri payudara disertai demam
  • Keputihan yang berbau busuk
  • Perdarahan dengan gumpalan darah besar
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Tanda-tanda infeksi, misalnya demam tinggi, kemerahan, bengkak, atau keluarnya cairan dari bekas sayatan operasi

Jika mengalaminya, segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca juga: Tak Hanya jadi Lalap Sayur Segar, Ternyata Banyak Manfaat Timun yang Perlu Diketahui!

Berapa lama operasi caesar dilakukan?

Jika Moms bertanya-tanya berapa lama operasi caesar dilakukan, biasanya sekitar 45 menit hingga bayi dikeluarkan dari rahim. Setelahnya, dokter masih akan membutuhkan waktu tambahan untuk menjahit rahim dan menutup sayatan bekas luka operasi. 

Namun Moms perlu mengetahui bahwa berapa lama operasi caesar dilakukan, tergantung dari kondisi-kondisi lain yang mungkin terjadi. Dalam kondisi tertentu, operasi perlu dilakukan lebih cepat. Sekitar 15 hingga 20 menit hingga bayi dilahirkan. 

Berapa kisaran biaya operasi caesar?

Biaya operasi caesar di Indonesia cukup bervariasi, mulai dari Rp11.000.000 hingga lebih dari Rp50.000.0000 tergantung dari rumah sakit dan kelas ruang perawatannya. 

Dikutip dari laman BPJS-kis.info, biaya persalinan normal yang ditanggung BPJS sebesar Rp600.000, dan peserta tidak boleh dikenakan biaya tambahan.

Sementara untuk peserta yang mengalami gangguan kelainan pada proses persalinannya dan mengharuskan untuk operasi maka akan dirujuk ke rumah sakit yang telah bekerja sama dengan BPJS. Adapun biaya yang ditanggung BPJS, seperti berikut ini.

  • Biaya operasi caesar ringan. Untuk kelas 3 sebesar Rp5.257.900, kelas 2 sebesar Rp6.285.500, dan kelas 1 sebesar Rp7.333.00.
  • Operasi caesar sedang. Untuk kelas 3 sebesar Rp5.780.000, kelas 2 sebesar Rp6.936.000, dan kelas 1 sebesar Rp8.092.000.
  • Operasi caesar berat. Untuk kelas 3 sebesar Rp7.915.000, kelas 2 sebesar Rp9.498.300, dan kelas 1 sebesar Rp11.081.400.

Perlu digaris bawahi juga jika ingin mendapatkan layanan melahirkan dengan BPJS, maka harus melengkapi beberapa persyaratan. Syarat yang harus dilengkapi, berupa kartu BPJS kesehatan, kartu keluarga, KTP, buku kesehatan ibu dan anak, dan rujukan.

Informasi mengenai proses melahirkan lainnya bisa dikonsultasikan bersama dokter di Good Doctor. Jangan lupa juga untuk melakukan konsultasi online di Grabhealth Apps, ya!

  1. Healthline (2018), diakses 8 Juni 2020. C-Section (Cesarean Section)
  2. Mayo Clinic (2018), diakses 8 Juni 2020. C-section
  3. BPJS-kis.info, diakses 8 Juni 2020. Biaya Persalinan Yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin